Keindahan alam bawah laut Raja Ampat
Oleh :
Zoraya Ralie
|
Kapal berbobot 4.290 ton yang membawa 102 penumpang dan 79 awak pada perjalanan selama 16 malam dari Papua Nugini ke Filipina tersebut, menabrak karang setelah melakukan perjalanan wisata melihat burung di Pulau Waigeo pada 4 Maret lalu.
CNN melaporkan, kapal telah merusak sekitar 1.600 meter persegi karang di lokasi menyelam yang dikenal dengan Crossover Reef. Insiden mengakibatkan kehancuran habitat struktural ekosistem dan pengurangan serta hilangnya keragaman delapan spesies karang, termasuk Acropora, Porites, Montipora, dan Stylophora.
Upaya penyelamatan tengah dilakukan, kini mari menilik kembali keindahan Raja Ampat, tujuan wisata unggulan bawah laut di Indonesia timur.
Sejak lama, keindahan biota dan terumbu karang bawah laut Raja Ampat mencuri perhatian para wisatawan domestik dan mancanegara. Pun para periset yang terjun langsung untuk pengembangan sains dan observasi. Itu sebabnya, kegiatan utama yang ditawarkan Raja Ampat adalah menyelam.
Banyak pihak yang menyatakan Kepulauan Raja Ampat memiliki keanekaragaman spesies terbanyak dari seluruh pulau-pulau di dunia. Beberapa spesies biota laut langka yang belum pernah Anda jumpai pun dapat ditemui di sini. Sebut saja dua spesies langka pari manta, yakni manta karang dan oseanik yang menjadikan perairan Wayag, Raja Ampat, sebagai wilayah populasi utamanya.
Keindahan alam dan kekayaan sumber daya alam di Raja Ampat, juga diakui oleh Marine Program Director Conservation International (CI) Indonesia Victor Nikijuluw. Menurutnya, Raja Ampat adalah salah satu kawasan perairan yang harus selalu dilindungi, karena di dalamnya menyimpan banyak kekayaan laut.
Apa yang ada di dalam lautan Raja Ampat, ternyata tak dimiliki oleh negara lain. "Jangankan oleh negara lain, oleh daerah lain di Indonesia saja, itu tidak. Raja Ampat sangat eksklusif," ujarnya.
sumber: Zoraya Ralie
Komentar
Posting Komentar