Jenis Olahraga
1. Kardio
Kardio
adalah jenis olahraga yang paling umum untuk membantu menurunkan berat
badan, karena aktivitas ini sangat efektif dalam membakar lemak. Semakin
tinggi intensitas kardio yang kita lakukan, maka semakin besar kalori
yang akan terbakar.Olahraga kardio berfungsi untuk menguatkan
otot jantung. Bila otot jantung kuat, maka pembuluh darah dapat
mengalirkan darah lebih banyak dan lebih cepat sehingga bisa memberi
oksigen lebih banyak ke dalam sel otot. Hal inilah yang memungkinkan sel
untuk membakar lemak lebih banyak selama olahraga dan saat istirahat.
Ada banyak pilihan olahraga kardio yang bisa kita coba, misalnya berenang, jalan cepat, jogging, aerobik, bersepeda, kick boxing, ataupun hanya sekadar naik turun tangga.
Pada intinya baik itu yang berefek rendah maupun tinggi, semua jenis olahraga kardio memiliki satu tujuan yang sama: membuat kita bergerak setiap hari. Lakukan olahraga kardio minimal 3 kali dalam seminggu dengan intesitas waktu latihan 30–45 menit per sesi.
Baca juga : Inilah Olahraga yang Membakar Kalori Terbanyak
2. Latihan kekuatan
Latihan
kekuatan tidak hanya untuk binaragawan saja. Pasalnya, latihan satu ini
juga penting dilakukan setiap orang dari berbagai usia.Latihan
kekuatan berfungsi untuk membangun dan mengencangkan otot sehingga bisa
mendukung aktivitas sehari-hari. Beberapa pilihan latihan kekuatan yang
bisa kita lakukan di rumah meliputi, sit-up, push-up, pull-up, squat, dan lunge.
Tidak hanya itu, angkat beban menggunakan barbel ataupun dumbbel juga bisa jadi pilihan lainnya dari latihan kekuatan.
Latihan kekuatan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh bisa berdaptasi secara optimal. Lakukan latihan ini dua kali seminggu dengan jeda waktu minimal dua hari sebelum melakukan latihan kekuatan lagi.
Sebelum memulai sesi latihan ini, lakukan pemanasan terlebih dulu selama 5 sampai 10 menit agar terhindari dari risiko cedera.
Baca juga : Rutinlah Latihan Kekuatan Agar Bisa Panjang Umur
3. Latihan fleksibilitas (kelenturan)
Selain
dua latihan yang sudah disebutkan di atas, latihan fleksibilitas juga
idealnya dimasukkan ke dalam rutinitas olahraga setiap hari.Fleksibilitas alias kelenturan tubuh adalah bagian penting dari upaya menjaga kebugaran tubuh agar tetap berfungsi optimal.
Tubuh yang lentur juga dapat membantu kita mencegah cedera, dan bahkan berperan sebagai tameng pelindung dari berbagai kondisi menyulitkan, seperti arthritis dan penyakit serius lainnya.
Latihan fleksibilitas dilakukan agar otot-otot persendian tidak kaku dan dapat bergerak dengan leluasa tanpa adanya gangguan yang berati.
Biasanya, latihan fleksibilitas dilakukan saat kita melakukan stretching (peregangan) setelah berolahraga, entah itu kardio ataupun kekuatan.
Gerakan peregangan bisa dilakukan secara statis maupun dinamis. Peregangan secara statis lebih berfokus menahan otot hingga berkontraksi mendekati batasan jangkauannya selama 10 – 20 detik.
Sementara peregangan dinamis dilakukan dengan gerakan berulang. Peregangan statis akan lebih efektif dalam relaksasi otot, sedangkan peregangan dinamis membantu fleksibilitas otot dalam melakukan gerakan.
http://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/13/151200520/3-jenis-olahraga-yang-sebaiknya-dijadikan-rutinitas-harian-

Ilustrasi lari di treadmill
Ada banyak pilihan olahraga kardio yang bisa kita coba, misalnya berenang, jalan cepat, jogging, aerobik, bersepeda, kick boxing, ataupun hanya sekadar naik turun tangga.
Pada intinya baik itu yang berefek rendah maupun tinggi, semua jenis olahraga kardio memiliki satu tujuan yang sama: membuat kita bergerak setiap hari. Lakukan olahraga kardio minimal 3 kali dalam seminggu dengan intesitas waktu latihan 30–45 menit per sesi.
Baca juga : Inilah Olahraga yang Membakar Kalori Terbanyak
2. Latihan kekuatan

Ilustrasi plank
Tidak hanya itu, angkat beban menggunakan barbel ataupun dumbbel juga bisa jadi pilihan lainnya dari latihan kekuatan.
Latihan kekuatan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh bisa berdaptasi secara optimal. Lakukan latihan ini dua kali seminggu dengan jeda waktu minimal dua hari sebelum melakukan latihan kekuatan lagi.
Sebelum memulai sesi latihan ini, lakukan pemanasan terlebih dulu selama 5 sampai 10 menit agar terhindari dari risiko cedera.
Baca juga : Rutinlah Latihan Kekuatan Agar Bisa Panjang Umur
3. Latihan fleksibilitas (kelenturan)

Ilustrasi olahraga
Tubuh yang lentur juga dapat membantu kita mencegah cedera, dan bahkan berperan sebagai tameng pelindung dari berbagai kondisi menyulitkan, seperti arthritis dan penyakit serius lainnya.
Latihan fleksibilitas dilakukan agar otot-otot persendian tidak kaku dan dapat bergerak dengan leluasa tanpa adanya gangguan yang berati.
Biasanya, latihan fleksibilitas dilakukan saat kita melakukan stretching (peregangan) setelah berolahraga, entah itu kardio ataupun kekuatan.
Gerakan peregangan bisa dilakukan secara statis maupun dinamis. Peregangan secara statis lebih berfokus menahan otot hingga berkontraksi mendekati batasan jangkauannya selama 10 – 20 detik.
Sementara peregangan dinamis dilakukan dengan gerakan berulang. Peregangan statis akan lebih efektif dalam relaksasi otot, sedangkan peregangan dinamis membantu fleksibilitas otot dalam melakukan gerakan.
http://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/13/151200520/3-jenis-olahraga-yang-sebaiknya-dijadikan-rutinitas-harian-
Komentar
Posting Komentar